Bring Me the Horizon, band yang dibentuk di Sheffield pada tahun 2004 ini terkenal dengan eksplorasi musiknya yang unik tiap albumnya, salah satunya yaitu Drown. Awalnya dirilis sebagai singel yang berdiri sendiri, versi remix ditampilkan di album studio kelima band That’s the Spirit dan dirilis sebagai singel utama pada tahun 2015.
Secara musikal, lagu ini menandai pergeseran dari suara metalcore band yang sudah mapan sebelumnya. Sebaliknya, lagu ini digambarkan oleh para kritikus sebagai lagu pop punk emo dan rock, yang kemudian dipamerkan sebagai arena rock. Lagu ini mencapai No. 17 di Inggris, menjadi single 20 teratas pertama milik band di negara asal mereka.
Terjebak dalam kesulitan fisik maupun mental. Drown adalah lagu keputusasaan dan sebuah teriakan jiwa untuk mengaharapkan pertolongan. Bahwa kesulitan ini seperti tenggelam dalam kubangan air dan tidak bisa ditangani sendiri. Melalui liriknya yang keras, lagu ini memiliki makna tersirat bahwa dalam hidup, lika-liku masalah akan selalu ada dan kerap membuat kita ingin menyerah.
Nuansa musik dalam lagu Drown milik Bring Me The Horizon (BMTH) dicirikan oleh pergeseran besar dari akar metalcore agresif mereka menuju suara yang lebih melodis, emosional, dan megah. Meskipun memiliki melodi yang cenderung upbeat di beberapa bagian, nuansanya sangat kental dengan tema depresi, kesepian, dan kerentanan.
Berbeda dengan karya BMTH sebelumnya, “Drown” tidak menggunakan teknik vokal screaming. Oliver Sykes menggunakan vokal bersih yang penuh penghayatan untuk menyampaikan pesan keputusasaan sekaligus harapan. Musiknya menggunakan lapisan keyboard dan synthesizer yang memberikan dimensi kedalaman, dikombinasikan dengan riff gitar rock yang kuat namun tetap ramah di telinga.
Lagu ini memiliki progresi yang membangun dari bait yang lebih tenang menuju chorus yang meledak dan bertenaga, menciptakan efek klimaks musikal yang kuat. Membuat lagu ini memiliki aransemen yang dinamis.

