Wakeup.id – Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat didesak memenuhi 17+8 Tuntutan Rakyat: Transparansi, Reformasi, Empati usai aksi demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah yang berlangsung pada akhir Agustus 2025.
Para aktivis secara resmi menyerahkan tuntutan tersebut kepada DPR pada Kamis 4 September 2025. Penyerahan itu dilakukan langsung oleh Abigail Limuria, Andovi da Lopez, Jerome Polin, Andhyta F. Utami (Afu), Fathia Izzati, hingga Jovial da Lopez.
Abigail Limuria menjelaskan bahwa tuntutan ini merupakan rangkuman aspirasi dari berbagai pihak. Mulai dari desakan masyarakat sipil, suara warga yang disuarakan melalui Instagram story, 12 Tuntutan Rakyat Menuju Reformasi Transparansi & Keadilan oleh Reformasi Indonesia di situs Change.org, hingga tuntutan pada saat demo buruh.
“Hari ini, kami ada di sini untuk memberikan tuntutan ini juga secara formal, secara fisik, supaya sudah tidak ada lagi alasan bahwa belum dimasukkan lewat jalur formal. Dan kami juga mau mengingatkan bahwa kami belum puas dengan janji, dengan rencana, dengan kata-kata ‘akan’, dengan kata-kata ‘meminta’. Kami ingin bukti konkret,” kata Abigail Limuria, salah satu influencer yang menyerahkan tuntutan tersebut di Gerbang Pancasila gedung DPR RI, Jakarta Selatan, seperti dikutip detik.com pada Kamis (4/9).
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, memastikan pemerintah merespons positif 17+8 Tuntutan Rakyat tersebut. Yusril memandang tuntutan tersebut sebagai amanat dari rakyat.
“Sebagai tuntutan rakyat, pemerintah yang mendapat amanat rakyat tentu akan merespons positif apa yang menjadi tuntutan dan keinginan rakyatnya. Mustahil pemerintah mengabaikan tuntutan itu,” kata Yusril, dalam keterangan tertulis di Jakarta, seperti dilansir detik.com pada Kamis (4/9/2025).
Sementara itu, Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Wiranto, yang menyebut tuntutan para pedemo sudah didengar Presiden Prabowo Subianto. Meski begitu, menurutnya, tidak semua tuntutan bisa dipenuhi secara serentak.
“Sebagian apa yang diminta oleh para pedemo, oleh masyarakat ya tentu selalu didengar oleh Presiden ya dan Presiden juga tentu sedapat mungkin telah mendengarkan itu kemudian memenuhi apa yang diminta, tentunya tidak serentak ya semua dipenuhi, kalau semua permintaan dipenuhi kan juga repot ya,” kata Wiranto di Kompleks Istana, Kamis.
Baca juga: Isi dari 17+8 Tuntutan Rakyat: Transparansi, Reformasi, Empati yang Ramai Diperbincangkan

